| WARNA | Respon Psikologi | Catatan |
| Merah | Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya | Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti 'bahagia' di budaya Oriental. |
| Biru | Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan | Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan 'kepercayaan'. |
| Hijau | Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan | Warna Hijau tidak terlalu 'sukses' untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. |
| Yellow | Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan. | Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. |
| Ungu/Jingga | Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan | Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. |
| Oranye | Energy, Keseimbangan, Kehangantan | Menekankan sebuah produk yang tidak mahal. |
| Coklat | Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan. | Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil. |
| Abu Abu | Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan | Warna Abu abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata. |
| Putih | Kesucian, Kebersihan, Ketepatan, Ketidak bersalahan, Setril, Kematian | Di Amerika, Putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih), tapi di banyak budaya Timur (terutama India dan Cina), warna Putih melambangkan kematian. |
| Hitam | Power, Seksualitas, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Ketakutan, Kesedihan, Keanggunan | Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated) |
Thursday, February 18, 2010
Filosofi Warna
Wednesday, February 17, 2010
Syarat Seorang Pemimpin
TAK mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Mereka harus bisa menjadi motivator, sekaligus penyatu antara bawahan, rekan kerja, pembimbing, dan orang lain yang mendukung dan bisa dipercaya.
Lantas, bagaimana caranya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik? Berikut saran yang diberikan Keith Ferrazzi, penulis buku Who’s Got Your Back.
Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada tingkat kepercayaan seseorang terhadap orang lain. Hal ini juga menyangkut seberapa besar aksi yang dijalankannya untuk memenuhi janji yang telah diucapkannya.
Kebaikan hati
Kebaikan hati menjadi dasar bagi semua perilaku dan kebiasaan. Sifat ini pula yang bisa mendukung kita untuk menyampaikan ide-ide kreatif pada dunia.
Saling pengertian
Seberapa besar atasan dan bawahan bisa saling mengerti satu sama lain? Saat terjadi benturan antara keinginan atasan dan bawahan, sebenarnya terjadi konflik yang sehat antara keduanya. Yang diperlukan ialah adanya pembicaraan yang intens agar tercipta rasa saling pengertian.
Terus terang
Keleluasaan untuk berkata terus terang atau jujur bagi atasan dan bawahan menjadi bagian yang tak kalah penting. Dengan berani berkata jujur, masingmasing pihak bisa saling mengungkapkan harapan, ketakutan, dan keluh kesah mereka.(herita)
Lantas, bagaimana caranya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik? Berikut saran yang diberikan Keith Ferrazzi, penulis buku Who’s Got Your Back.
Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada tingkat kepercayaan seseorang terhadap orang lain. Hal ini juga menyangkut seberapa besar aksi yang dijalankannya untuk memenuhi janji yang telah diucapkannya.
Kebaikan hati
Kebaikan hati menjadi dasar bagi semua perilaku dan kebiasaan. Sifat ini pula yang bisa mendukung kita untuk menyampaikan ide-ide kreatif pada dunia.
Saling pengertian
Seberapa besar atasan dan bawahan bisa saling mengerti satu sama lain? Saat terjadi benturan antara keinginan atasan dan bawahan, sebenarnya terjadi konflik yang sehat antara keduanya. Yang diperlukan ialah adanya pembicaraan yang intens agar tercipta rasa saling pengertian.
Terus terang
Keleluasaan untuk berkata terus terang atau jujur bagi atasan dan bawahan menjadi bagian yang tak kalah penting. Dengan berani berkata jujur, masingmasing pihak bisa saling mengungkapkan harapan, ketakutan, dan keluh kesah mereka.(herita)
RUMEKSO ING WENGI (Kanjeng Sunan Kalijaga"Brandal Lokajaya")
Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabèh
Jim sètan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Miwah panggawè ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirna
Sakèhing lara pan samya bali
Sakèh ngama pan sami miruda
Welas asih panduluné
Sakèhing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakèhing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aèng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa
Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamirsaningwang
Dawud suwaraku mangkè
Nabi Brahim nyawaku
Nabi Sleman kasektèn mami
Nabi Yusup rupèng wang
Édris ing rambutku
Bagindha Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging Ngumar
Singgih
Balung bagindha Ngusman
Sungsumingsun Patimah linuwih
Siti Aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangkè
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Nètraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahè para nabi
Dadya sarira tunggal
-----------------------------
Ada kidung rumeksa ing wengi
Yang menjadikan kuat selamat dari semua penyakit
Terbebas dari segala petaka
Jin dan setan pun tidaj mau
Segala jenis sihir tidak berani
Apalagi perbuatan jahat
Guna-guna tersingkir
Api menjadi air
Pencuri pun menjauh dariku
Segala bahaya akan lenyap
Semua penyakit pulang ke tempat asalnya
Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih
Semua senjata tidak mengena, bagaikan kapuk jatuh di besi
Segenap racun menjadi tawar
Binatang buas menjadi jinak
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak
Kandangnya semua badak
Meski batu dan laut mengering
Pada akhirnya semua selamat
Sebab badannya selamat
Dikelilingi oleh bidadari
Yang dijaga oleh malaikat
Dan semua rasul
Dalam lindungan Tuhan
Hatiku Adam dan otakku Nabi Sis
Ucapanku ialah Nabi Musa
Napasku Nabi Isa yang amat mulia
Nabi Ya’kub pendengaranku
Nanti Nabi Daud menjadi suaraku
Nabi Ibrahim menjadi nyawaku
Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku
Nabi Yusuf menjadi rupaku
Nabi Idris pada rambutku
Ali sebagai kulitku
Abu Bakar darahku
Dan Umar dagingku
Sedangkan Usman sebagai tulangku
Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia
Siti Aminah sebagai kekuatan badanku
Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku
Nabi Nuh di dalam jantungku
Nabi Yunus di dalam ototku
Mataku ialah Nabi Muhammad
Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa
Maka lengkaplah semua rasul
Yang menjadi satu badan
sumber: Buku Sunan Kalijaga-Achmad Chodjim
Teguh hayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabèh
Jim sètan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Miwah panggawè ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirna
Sakèhing lara pan samya bali
Sakèh ngama pan sami miruda
Welas asih panduluné
Sakèhing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakèhing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aèng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa
Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamirsaningwang
Dawud suwaraku mangkè
Nabi Brahim nyawaku
Nabi Sleman kasektèn mami
Nabi Yusup rupèng wang
Édris ing rambutku
Bagindha Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging Ngumar
Singgih
Balung bagindha Ngusman
Sungsumingsun Patimah linuwih
Siti Aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangkè
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Nètraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahè para nabi
Dadya sarira tunggal
--------------------------
Ada kidung rumeksa ing wengi
Yang menjadikan kuat selamat dari semua penyakit
Terbebas dari segala petaka
Jin dan setan pun tidaj mau
Segala jenis sihir tidak berani
Apalagi perbuatan jahat
Guna-guna tersingkir
Api menjadi air
Pencuri pun menjauh dariku
Segala bahaya akan lenyap
Semua penyakit pulang ke tempat asalnya
Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih
Semua senjata tidak mengena, bagaikan kapuk jatuh di besi
Segenap racun menjadi tawar
Binatang buas menjadi jinak
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak
Kandangnya semua badak
Meski batu dan laut mengering
Pada akhirnya semua selamat
Sebab badannya selamat
Dikelilingi oleh bidadari
Yang dijaga oleh malaikat
Dan semua rasul
Dalam lindungan Tuhan
Hatiku Adam dan otakku Nabi Sis
Ucapanku ialah Nabi Musa
Napasku Nabi Isa yang amat mulia
Nabi Ya’kub pendengaranku
Nanti Nabi Daud menjadi suaraku
Nabi Ibrahim menjadi nyawaku
Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku
Nabi Yusuf menjadi rupaku
Nabi Idris pada rambutku
Ali sebagai kulitku
Abu Bakar darahku
Dan Umar dagingku
Sedangkan Usman sebagai tulangku
Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia
Siti Aminah sebagai kekuatan badanku
Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku
Nabi Nuh di dalam jantungku
Nabi Yunus di dalam ototku
Mataku ialah Nabi Muhammad
Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa
Maka lengkaplah semua rasul
Yang menjadi satu badan
sumber: Buku Sunan Kalijaga-Achmad Chodjim
Subscribe to:
Posts (Atom)